Tkj Jambi STMIK Nurdin Hamzah Jambi, Teknik Informatika

Sunday, 24 March 2019

Contoh Metode Penelitian Teknik Informatika

PARADIGMA METODOLOGI PENELITIAN TEKNIK INFORMATIKA


1. Definisi, Konsep, dan Terminologi
Metodologi Penelitian Teknik Informatika mengandung tiga konsep penting yang memerlukan pengertian yang tepat agar peneliti memiliki landasan filosofis yang benar dalam melakukan penelitian.

1.1 Teknik Informatika
Istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis informatique, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik. Sebenarnya, kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris. Di Indonesia istilah tersebut dikenal sebagai Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Istilah ini kedua-duanya dipakai di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk menamai fakultas, jurusan, atau program studi dalam menjalankan misi akademisnya.

Teknik Informatika/ Ilmu Komputer merupakan ilmu yang mempelajari landasan teoritis komputasi dan informasi serta penerapannya dalam sistem komputer termasuk perangkat keras maupun perangkat lunak. Ilmu Komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisis abstrak algoritma sampai subjek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, dan perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak.

1.2 Penelitian dan Kebenaran
Penelitian berasal dari kata „research‟ (Inggris) atau „recherche‟ (Prancis), „re‟ (kembali), dan „to search‟ (mencari). Penelitian memiliki arti mencari kembali kebenaran- kebenaran yang sudah diciptakan Tuhan (tersebar di alam semesta ini) yang belum diketahui manusia. Contoh: “Metode Pembelajaran Konvensional Quantum Learning terbukti dapat diterapkan dalam Pembelajaran Virtual” dan “Stego Encryptography sangat efektif digunakan untuk pengamanan data” adalah suatu kebenaran yang sudah diciptakan Tuhan sejak lama yang ditemukan kembali oleh seseorang peneliti dan menjadi pengetahuan baru bagi manusia. Originalitas merupakan aspek utama dan penting dalam penelitian. Dawson mengatakan bahwa penelitian memiliki tujuan untuk menciptakan an original contribution to knowledge, sedangkan Berndtsson menyatakan: “… the objective of discovering or revising facts, theories, applications etc.”.

Hakekat kebenaran yang ditemukan manusia selalu bersifat relatif, tidak mutlak seperti kebenaran Tuhan, sehingga terdapat kemungkinan berubah menjadi „bukan kebenaran‟ saat peneliti lain menemukan hal yang sebaliknya. Manusia haruslah selalu mencari kebenaran tentang hakekat sesuatu (Ontologi), cara mendapatkan sesuatu/ metode (Epistemologi), dan manfaat sesuatu (Aksiologis).

Kebenaran merupakan realitas yang perlu digali dan ditemukan, meskipun sangat tidak mungkin untuk menemukan semua kebenaran yang ada. Kebenaran dalam Teknik Informatika meliputi kebenaran komputasi dan informasi serta penerapannya di dunia nyata. Kebenaran ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan adalah kebenaran yang diperoleh melalui pengkajian ilmiah (sekalipun terdapat banyak aliran seperti positivistik, rasionalistik, fenomenologik, dan sebagainya dalam merumuskan suatu kebenaran).

Pengkajian ilmiah (penelitian) menurut aliran positivistik atau postpositivistik yang banyak dianut peneliti dalam Teknik Informatika merupakan upaya sistematis, investigatif, objektif, logis, hati-hati, dan terencana yang selalu berusaha mencari kebenaran.

Salah satu cara untuk menemukan kebenaran adalah melalui penelitian ilmiah, sehingga muncul terminologi kebenaran ilmiah. Penelitian Ilmiah adalah penelitian yang menggunakan metode ilmiah. Menurut Davis dan Cosenza, metode ilmiah bersifat kritis dan analitis, logis, objektif (dapat dibuktikan kebenarannya oleh orang lain), konseptual dan teoritis, empiris (penulis: bukan olah pikir/ pengalaman transenden), dan sistematis.

1.3 Metodologi, Metode, dan Teknik Penelitian
Metodologi Penelitian dapat dipahami sebagai a science of studying how research is done scientifically, lebih pada tataran paradigma dan filosofis [9] atau ilmu yang mempelajari metode-metode penelitian sebagaimana neurologi, biologi, dan teologi merupakan ilmu yang mempelajari neuro, bio, dan teo.

Metode Penelitian merupakan tahapan dan instrumen yang digunakan untuk memilih dan menyusun teknik penelitian, berkaitan dengan prinsip penggunaan instrumen pengumpulan data dan analisisnya sehingga lebih bersifat strategis. Teknik Penelitian merupakan tahapan dan instrumen yang digunakan dalam aktivitas penelitian seperti observasi, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan sebagainya.

1.4 Pemahaman, Penerapan, Pemutakhiran, dan Penemuan
Sering terjadi seseorang sulit membedakan jenjang penelitian setingkat Skripsi, Tesis, atau Disertasi. Hal tersebut memang tidak bisa ditentukan berdasarkan keluasan cakupan/ lokasi/ domain, metode, teknik, jumlah variabel/ aspek/ faktor kajian, atau ukuran sampel. Berdasarkan pengertian yang telah dijelaskan terdahulu bahwa pada hakekatnya penelitian adalah penemuan baru/ original, maka karya ilmiah tertinggi dalam dunia akademis (disertasi) adalah yang berupa hasil penemuan (invention/ kreasi). Karya ilmiah lainnya dapat berupa hasil pemutakhiran (inovation/ updating), penerapan, atau pemahaman.

Selengkapnya berdasarkan Taksonomi Bloom tingkat kemampuan kognitif seseorang diawali dengan mengingat, memahami, kemudian menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Matriks di halaman berikut ini diharapkan dapat memudahkan klasifikasi Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Tahap Analisis dan Evaluasi tidak ditampilkan dalam kolom tersendiri karena tidak terjadi perubahan apa pun terhadap subjek yang dikaji sama seperti pada tahap Penerapan, namun demikian dalam konteks kajian ilmiah ditambahkan satu kolom Pemutakhiran (updating/ innovation) yang berarti terjadi perubahan terhadap subjek kajian.

Pemahaman merupakan awal proses penelitian. Menurut Anderson Pemahaman memiliki proses kognitif berupa Interpreting, Exemplifying, Classifying, Summarizing, Inferring, Comparing, dan Explaining. Peneliti perlu memahami Current State of The Art terkait hukum, dalil, teorema, aksioma, teori, formula, algoritma, metode, model, SW, HW, atau sistem yang menjadi fokus penelitiannya. Contoh proses pemahaman: menginterpretasikan suatu metode baru, mengklasifikasikan model- model asosiasi, membandingkan algoritma- algoritma optimasi, menjelaskan perilaku model transportasi, dan sebagainya.

Penerapan merupakan pemanfaatan hukum, dalil, teorema, aksioma, teori, formula, algoritma, metode, model, SW, HW, atau sistem yang sudah ada guna pemecahan suatu masalah. Misal Penerapan Fuzzy untuk Kendali Motor, Kohonen untuk Pemetaan Gaya Belajar, dan Metode Image Watermarking berbasis FWHT-DCT.. Penerapan dapat tergolong Pemutakhiran, atau Penemuan bila belum ada penelitian tentang hal tersebut sehingga merupakan pengetahuan baru.

Pemutakhiran (inovation/ updating), merupakan upaya penyempurnaan hukum, dalil, teorema, aksioma, teori, formula, algoritma, metode, model, SW, HW, atau sistem pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Contoh proses pemutakhiran: Metode Penetapan Titik Pusat Awal dalam K-Mean, Peningkatan Unjuk Kerja Fuzzy Relational Clustering (FRC) Menggunakan Index Validasi Partition Coefficient(PC) dan Partition Entriphy Coefficient (PE), dan sebagainya.

Penemuan (invention/ kreasi) merupakan tingkat pencapaian tertinggi dari proses kognitif seseorang, perwujudan dari sesuatu yang baru yang belum pernah diketahui orang. Penemuan dapat berupa menemukan  hukum, dalil, teorema, aksioma, teori, formula, algoritma, metode, model, SW, HW, atau sistem. Contoh (bila belum pernah ditemukan): Sistem Rekomendasi Promosi Produk Berdasarkan Segmentasi Konsumen dengan Pendekatan Fuzzy C-Means dan Apriori, Alat Bantu Reverse Engineering untuk Observasi Java Script, Sistem Evaluasi Adaptif Berbasis Item Response Theory, dan sebagainya.

Tingkat kemampuan kognitif mulai dari pemahaman hingga penemuan tersebut tidak memiliki pemisah yang tegas melainkan terdapat irisan diantara keempatnya. Meskipun demikian perbedaan karya ilmiah akademis yang berbentuk Disertasi, Tesis, atau Skripsi dapat ditarik dari kolom paling kanan, sesuai hakekat penelitian, menuju kolom paling kiri, sebagai substansi yang semakin jauh dari hakekat penelitian.

Guna mencapai tingkat kemampuan tertinggi seseorang peneliti Teknik Informatika perlu menumbuhkan di dalam dirinya „sense of computing’, yakni suatu kecerdasan untuk memahami suatu proses/ fenomena/ problem dan memetakannya ke dalam model komputasi dan konstalasi kajian, melakukan analisis dan evaluasi, serta memberikan solusi. Keterampilan dalam pengumpulan, analisis data, dan pengukuran hasil hanya akan membentuk seorang Peneliti Tukang, bukan Peneliti Tulen. Bagi dunia akademis penumbuhan kecerdasan ini, sebagai proses, lebih penting daripada hasil.

2. Bidang Kajian (Research Filed) Teknik Informatika/ Ilmu Komputer
Hubungan antara teknik informatika dan bidang rekayasanya jauh lebih kuat dibanding hubungan yang dimiliki disiplin ilmu lain terhadap bidang rekayasanya seperti ilmu dinamika fluida dengan rekayasa pesawat terbang, atau antara ilmu kimia dengan rekayasa plastik. Hal ini merupakan kelebihan yang perlu dimanfaatkan dalam pengembangan teknik informatika, khususnya dalam metodologi penelitiannya dengan logika yang dapat mondar- mandir secara reflektif dari aspek teoritis, pemodelan, pembangunan dan sebaliknya.

Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) telah mengidentifikasi perkembangan Teknik Informatika setelah tahun 1990 terbagi menjadi enam subbidang, yakni Electrical Engineering, Computer Engineering, Computer Science, Software Engineering, Information Technology, dan Information System. Teknk Informatika/ Computer Science pada satu kutub lebih bersifat teoritis sementara di kutub lain Software Engineering lebih bersifat aplikatif. Pada domain lain terdapat Teknologi Informasi dan Sistem Informasi yang bermuatan keorganisasian baik profit maupun non-profit. Sistem Informasi berada pada sisi demand sedangkan Teknologi Informasi pada sisi Supply yang berfungsi sebagai infrastruktur. Berikut ini skema pembagian sub-subbidang tersebut yang diambil dari sudut pandang pendidikan.

Bidang kajian Teknik Informatika berkembang sangat pesat karena keterkaitan sisi hulu (teori) dan hilir (sistem aplikasi) yang sedemikian erat serta pengaruh bidang ilmu lain. Dennings memperkirakan terdapat 24 subbidang kajian Teknik Informatika seperti berikut ini.
artificial intelligence                                    knowledge engineering
bioinformatics                                             management information systems
cognitive science and learning theory         multimedia design
computational science                                 network engineering
computer science                                         performance evaluation
database engineering                                   professional education and training
digital library science                                  scientific computing
graphics                                                       software architecture
HCI (human computer interaction)             software engineering
information science                                     system security and privacy
information systems                                    system administration
instructional design                                     web service design

Subbidang kajian tersebut bersifat dinamis dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan kebutuhan pemecahan masalah di masyarakat. Menurut Dennings terdapat tiga paradigma besar dalam penelitian teknik informatika atau ilmu komputer, yakni teori, eksperimen (merupakan ekplorasi terhadap model dari sistem/ arsitektur agar model dapat memprediksi perilaku baru dengan akurat; sering disebut pula sebagai abstraksi/ pemodelan), dan desain (penulis: rekayasa, yang menghasilkan produk/ sistem).

Bidang kajian Teknik Informatika yang saat ini menjadi fokus kajian di Program Pascasarjana Universitas Dian Nuswantoro sesuai misi akademisnya adalah Intelligent Systems dan Business Intelligence.

Penelitian Business Intelligence mengarah ke aspek manusia, organisasi, dan manajemen, misalnya analisis pemanfaatan teori/ model/ metode/ sistem komputasi dan teknologi informasi untuk keperluan (manajemen) organisasi. Penelitian Intelligent Systems mengarah ke aspek teknis dari metode komputasi, misalnya berupa pengujian, pengembangan, dan penemuan teori/ model/ metode/ sistem komputasi.

Objek penelitian dapat berasal dari dunia usaha baik industri maupun jasa, sekolah/ perguruan tinggi baik formal/ nonformal/ informal, lembaga pemerintahan, lembaga hukum/ legislatif, lembaga audit/ keuangan/ asuransi, lembaga kesehatan/ kedokteran/ pharmasi, lembaga kepolisian/ pertahanan- keamanan, dan lembaga survey/ pemetaan/ kepustakaan.

3. Metodologi Penelitian Teknik Informatika
Seperti ilmu-ilmu yang lain Teknik Informatika akan berdiri kokoh dan berkembang bila memiliki metode kajiannya sendiri yang khas guna menemukan kebenaran. Namun perlu diakui bahwa tingkat maturitas Metodologi Penelitian Teknik Informatika tidak sematang Metodologi Penelitian Psikologi/ Pedagogi atau ilmu- ilmu sosial lainnya.

Banyak konsep metodologi lain yang perlu diadopsi dan diadaptasi namun harus dilakukan secara cermat agar tidak mengurangi kekokohan kajian ilmu komputasi. Selain itu juga untuk menghindari kesalahan penggunaan konsep/ terminologi yang sudah matang. Hal ini diperlukan misalnya untuk membedakan dengan jelas metodologi penelitian berbasis komputasi dengan metodologi penelitian ilmu sosial berbasis subjek informasi. Masalah ”Perilaku pelanggan yang sangat beragam sehingga menyulitkan pemetaan .... ” dapat dikaji dari sudut pandang komputasi melalui penciptaan/ pengembangan algoritma klasterisasi, namun dapat pula dikaji dari sudut pandang ilmu sosial melalui aspek perilaku sosial dengan analisis klaster.

Kualitas suatu penelitian akan tampak melalui kontribusinya dalam pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat dan bagi pengembangan iptek. Oleh sebab itu penentuan rumusan masalah perlu didasari aspek manfaat dari penelitian termasuk dari sudut pandang ekonomi dan kebijakan. Masalah yang berasal dari masyarakat diselesaikan dengan Penelitian Terapan, sedangkan masalah dari pengembangan ilmu diselesaikan melalui Penelitian Dasar. Menurut Kuncoro Penelitian Dasar juga untuk menguji kebenaran teori/ konsep tertentu secara lebih mendalam, sedangkan Penelitian Terapan merupakan penerapan teori tertentu untuk memecahkan masalah tertentu. Contoh Penelitian Terapan diantaranya adalah Penelitian Evaluasi (Evaluation Research), Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ Engineering Research), dan Penelitian Tindakan (Action Research).

Penelitian Evaluasi bertujuan untuk memilih, memperbaiki, dan memantapkan hasil kebijakan atau program yang telah dijalankan. Hasil dari pengkajian ilmiah jenis ini berupa informasi guna mendukung pengambilan keputusan yang bersifat khusus sehingga kesimpulannya tidak bisa berlaku umum. Pendekatan yang digunakan bersifat sistemik dan berorientasi pada tujuan.

Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ Engineering Research), bertujuan untuk mengembangkan produk agar memiliki kualitas yang lebih tinggi. Hasil Penelitian dan Pengembangan dapat berupa: Rencana (Plan), Rancangan (Design), Bangunan/ kontruksi (Construct), atau Hasil Pengembangan (Development) dari suatu Model/ Metode/ Perangkat Lunak/ Perangkat Keras/ Sistem. Rencana, rancangan, atau konstruksi dari model, sistem, atau produk hasil penelitian rekayasa harus teruji berdasarkan metode formal, metode komputasi (hard/ soft computing), maupun metode cleanroom lainnya. Oleh sebab itu Penelitian dan Pengembangan lebih kompleks dan memerlukan banyak waktu.
Penelitian dan Pengembangan/ Penelitian Rekayasa dapat berupa:

  • Forward Engineering Research: yang dilakukan mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, penyusunan model, pengujian model, pembangunan, evaluasi, dan validasi. Penelitian dilakukan mulai dari abstraksi yang lebih tinggi menuju ke setingkat atau beberapa tingkat lebih rendah, sehingga dapat digunakan untuk menguji teori/ model/ formula (confirmatory research).
  • Reverse Engineering Research: merupakan upaya abstraksi dari produk, sistem, atau prototipe yang sudah ada menjadi blue print, formula, atau model, atau pada tahapan-tahapan pendek rekayasa, misal dari bentuk rancangan ke bentuk rencana saja. Penelitian dilakukan mulai dari abstraksi yang lebih rendah menuju ke setingkat atau beberapa tingkat lebih tinggi untuk megeksplorasi suatu sistem atau produk yang sudah ada (explanatory research).
  • Re-engineering merupakan: pengubahan dan pengorganisasian kembali komponen-komponen sistem yang dapat dilakukan terhadap hasil desain atau implementasi saja atau pada keseluruhan tahapan/ abstraksi sistem, tanpa menghilangkan keseluruhan komponen lama agar diperoleh metode, formula, model, prototipe, sistem, atau tools dengan tingkat kesempurnaan dan standar yang lebih tinggi. Penelitian ini sejenis dengan Penelitian Tindakan.


Penelitian Tindakan (Action Research) bertujuan untuk memecahkan masalah, bukan masalah/ kesenjangan dalam ilmu pengetahuan, agar segera dapat diambil tindakan perbaikan [14]. Penelitian ini biasanya terdiri dari beberapa siklus hingga dicapai kondisi perbaikan yang diinginkan. Oleh sebab itu penelitian ini juga memerlukan banyak waktu.

Dari penjelasan sebelumnya, maka penelitian dapat pula dikelompokkan menjadi dua, yakni Penelitian Rekayasa dan Penelitian Nonrekayasa. Hasil Penelitian Rekayasa dapat berupa metode, model, formula, algoritma, struktur, arsitektur, perangkat lunak, perangkat keras, maupun sistem yang telah teruji, sedangkan hasil Penelitian Nonrekayasa dapat berupa teori yang telah teruji pula secara empiris.

4. Metode Penelitian, Kerangka Penelitian, dan Kerangka Teori
Seperti dijelaskan di bagian awal bahwa Metode Penelitian merupakan tahapan dan instrumen yang digunakan untuk memilih dan menyusun teknik penelitian, maka setiap penelitian pasti memiliki metode yang khas sesuai masalah dan tujuan penelitiannya. Sesuai pandangan positivistik, bila suatu Metode Penelitian dilakukan ulang oleh peneliti lain, maka akan diperoleh hasil yang sama (prinsip objektivitas). Teknik pengumpulan data suatu penelitian mungkin bisa sama dengan penelitian lain, misal teknik wawancara, tetapi Metode Penelitiannya pasti tidak sama.

Namun demikian secara umum Metode Penelitian terdiri dari Metode Historis, Deskriptif, Korelasional, Kausal Komparatif, dan Eksperimental. Metode Historis meliputi kegiatan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan keadaan yang telah lalu. Tujuannya untuk menyimpulkan sebab- sebab, dampak, atau perkembangan dari kejadian yang telah lalu yang dapat dipergunakan untuk menjelaskan kejadian yang akan datang. Contohnya: penelitian tentang data mining.

Metode Deskriptif meliputi pengumpulan data untuk pengujian hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. Tujuannya adalah untuk dasar pengambilan keputusan dan mengenali perilaku data yang ada saat ini.

Metode Korelasional/ Asosiasi digunakan untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel bebas atau lebih dan melihat kedalaman hubungan tersebut. Peneliti harus mencari teori- teori yang mendukung ada tidaknya hubungan antarvariabel, menyusun kerangka teori, dan hipotesis untuk pengujiannya.

Metode Kausal Komparatif selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih juga menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, sehingga metode ini dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab- akibat. Metode ini melibatkan dua kelompok yang berbeda dan tanpa perlakuan pada variabel bebas dan membandingkannya pada variabel terikat. Dalam hal ini peneliti harus mencari teori- teori yang mendukung ada tidaknya hubungan dan arah hubungan antarvariabel, menyusun kerangka teori, dan hipotesis untuk pengujiannya.

Metode Eksperimen hampir sama dengan Metode Kausal Komparatif, namun pada metode ini pernyataan „sebab‟ yang terkandung dalam variabel bebas dikendalikan oleh peneliti. Oleh sebab itu peneliti harus mengumpulkan dan menyiapkan sampel pengujian secara random untuk dikenakan pada variabel bebas. Variabel ekstra juga harus terkontrol dengan baik dan harus ada kelompok kontrol (True Experiment). Bila sampel dipilih dan diuji secara purposive, maka metodenya disebut Quasi Experiment Selain itu peneliti juga harus mencari teori- teori yang mendukung ada tidaknya hubungan dan arah hubungan antarvariabel, menyusun kerangka teori, dan hipotesis untuk pengujiannya.

Metode Penelitian merupakan penjabaran dari Kerangka Pemikiran atau Kerangka Teori yang telah tersusun sebelumnya. Kerangka Pemikiran merupakan rencana, tahapan, dan strategi peneliti, berdasarkan landasan teori, dalam menyelesaikan masalah agar tujuan penelitian tercapai. Penyajiannya dalam bentuk diagram proses dengan masukan berupa Rumusan Masalah, keluarannya adalah Tujuan Penelitian, sedangkan di tengah-tengahnya adalah rencana, tahapan, dan strategi peneliti untuk menyelesaikan masalah.

Kerangka Teori merupakan jaringan hubungan antarvariabel yang secara logis diterangkan, dikembangkan, dan dielaborasi dari perumusan masalah yang telah teridentifikasi. Kerangka ini disusun berdasarkan teori- teori yang telah ditemukan sebelumnya. Berdasarkan kerangka teori ini kemudian disusunlah hipotesis yang merupakan dugaan sementara yang harus diuji kebenarannya.

Seperti metode, kerangka pemikiran dan kerangka teori suatu penelitian bersifat khas, tidak ada yang sama antara penelitian satu dengan penelitian yang lain, kecuali untuk keperluan perulangan (replikasi).

FLIGHT INSTRUMENT



1. Persyaratan Instrument Pesawat Terbang


Instrument - instrument yang digunakan di pesawat terbang haruslah alat-alat yang bermutu tinggi, karena keselamatan penerbang, awak penerbang (air crew), penumpang dan pesawatnya sendiri, seluruhnya tergantung pada ketelitian (accurancy), dan fungsi yang tepat ada beberapa persyaratan minimum harus dipenuhi oleh sebuah instrument pesawat terbang.


2. Klasifikasi Instrument


Sebagian besar instrument-instrument yang kita dapati dicockpit pesawat umumnya dibagi atas 4 golongan :



A. FLIGHT INSTRUMENT


1. Air Speed Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui kecepatan pesawat relatif terhadap tekanan udara di sekelilingnya atau terhadap tekanan udara statis.

2. Altimeter
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahun ketinggian pesawat terhadap Sea Level atau permukaan laut.

3. Vertical Speed Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui kecepatan pesawat pada saat Climb dan Descent atau menanjak dan menukik.

4. Turn and Bank Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui posisi belok dari pesawat.

5. Artificial Horizon
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui posisi pesawat pada saat terbang.


B. Engine Instrument

1. Engine Speed Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk menegetahui putaran dari N1 maupun dari N2.

2. Oil Pressure Indicator
Instrumen ini berfungsi mengetahui tekanan oli pada engine pesawat.

3. Oil Temperature Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui suhu dari oli pada pesawat.

4. Cylinder Head Temperature
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui suhu dari Cylinder Head pada propeller pesawat.

5. Exhaust Gas Temperature
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui suhu dari gas buang engine pesawat.

6. Fuel Pressure Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui tekanan dari bahan bakar (fuel) pesawat terbang.

7. Fuel Quantity Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui kapasitas bahan bakar dari pesawat.

8. Fuel Flow Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui laju atau aliran dari bahan bakar yang menuju engine pesawat.

9. Manifold Pressure Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur tekanan power atau daya engine.

10. Turbine Inlet Temperature
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui suhu dari udara sebelum masuk ke ruang bakar.

11. Air Intake Temperature
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur suhu udara.

12. Torque Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui tenaga dari suatu engine dengan cara mengukur tekanan yang ditimbulkan oleh Torque System.

13. Thurs Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur kekuatan gaya dorong pesawat.


C. Navigation Instruments

1. Magnetic Compass
Instrumen ini berfungsi untuk menunjukkan arah terbang daripada pesawat terhadap kutub magnet bumi.

2. Directional Gyro Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk menunjukkan arah seperti halnya dengan Magnetic Compass.

3. Radio Magnetic Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk menunjukkan arah berdasarkan frekuensi (VOR) dari sistem radio.

4. Course Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui posisi pesawat dari tujuan pesawat.

5. Drift Meter
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui penyimpangan arah pesawat.

6. Outside Air Temperature
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur suhu luar pesawat.

7. Clock
Instrumen ini berfungsi sebagai penunjuk waktu pada pesawat udara.


D. Auxiliary Instruments

1. Landing Gear Position Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui posisi landing gear (roda pesawat).

2. Flap Position Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui posisi flap pesawat.

3. Accelerometer (G meter)
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur akselerasi pesawat terhadap gravitasi pada saat pesawat pitch untuk mengendalikan Center of Gravitation.

4. Fatique Meters
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur gravitasi terhadap pesawat.

5. Cabin Pressure Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur tekanan yang terdapat di dalam kabin pesawat.

6. Cabin Temperature Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengukur suhu yang terdapat di dalam kabin pesawat.

7. Hydraulic Pressure Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui tekanan hidrolik pada pesawat.

8. Suction Gague
Instrumen ini berfungsi untuk menunjukkan pengurangan tekanan udara / menunjukkan suatu tekanan kerendahan dari udara.

9. Angle of Attack Incator
Instrumen ini berfungsi untuk menunjukkan sudut serang besar / rendah pada keadaan terbang normal dan besar sudut serang yang sebenarnya, dengan demikian pilot dapat dengan tepat menerbangkan pesawatnya dengan sudut yang paling baik, kecepatan naik yang paling baik atupun terbang jelajah.

10. Anti Bising Indicator
Instrumen ini berfungsi untuk mengetahui suhu alat pemanas.

CONTROL SURFACE PADA PESAWAT TERBANG


Control surface adalah bagian dari pesawat terbang yang berfungsi untuk mengontrol gerakan atau sikap (attitude) pesawat terbang tersebut. Prinsip kerja dari control surface adalah menghasilkan gaya aerodinamis pada arah tertentu sehingga menghasilkan sikap yang diinginkan. Sebelum membahas lebih lanjut terntang control surface, akan dibahas mengenai sumbu rotasi dari pesawat seperti diperlihatkan dari gambar berikut :
tiga gerakan utama pesawat adalah pitch, roll dan yawPitch adalah gerakan pesawat berputar terhadap sumbu lateral, berupa gerakannose-up atau nose-down(mengangguk), kemudian roll adalah gerakan berputar terhadap sumbu longitudinal, berupa gerakan berputar sehingga salah satu sayap naik sedangkan salah satunya turun, dan yang terakhir adalah yaw, yaitu putaran terhadap sumbu vertikal, gerakan ini berupa menggeleng, yaitu hidung pesawat menghadap ke kanan maupun ke kiri. Pada prakteknya, gerakan adalah kombinasi dari ketiga gerakan dasar diatas.

            Setelah memahami gerakan dasar pesawat diatas, sekarang kita beralih ke pembahasan control surfaceControl surface terdiri dari kategori primer dan sekunder. Secara umum, control surfaceprimer pada pesawat terbang adalah aileron, elevator, rudder serta berbagai kombinasi dari control surface tersebut, kemudian control surface sekunder antara lain adalah flap, slat, spoiler, speed brakesdan tab. Berikut ini adalah gambar dari berbagai control surface secara umum :
Control surface primer :

1.       Aileron

Aileron adalah control surface yang pada umumnya terletak di trailing edge (bagian belakang sayap) pada ujung sayap kanan dan kiri. Gerakan dari aileron adalah berkebalikan, yaitu ketika salah satu aileronkebawah, sisanya bergerak keatas, sehingga menghasilkan gaya yang berlawanan dan menghasilkan gerakan roll pada pesawat.
2.       Elevator

Elevator terletak pada trailing edge horizontal stabilizer. Ketika elevator terdefleksi kebawah, bagian ekor akan terangkat, sehingga menghasilkan nose-down membuat pesawat cenderung bergerak kebawah. Sebaliknya, ketika elevator terdefleksi keatas, ekor akan bergerak kebawah, sehingga menghasilkan nose-up dan membuat pesawat bergerak keatas. Elevator merupakan pengontrol gerakan pitch.

3.      Rudder

Rudderterletak pada trailing edge vertical stabilizer, ketika rudder terdefleksi kekanan, ekor akan tertarik ke kiri, sehingga akan menghasilkan hidung pesawat bergerak ke kanan dan pesawat akan berbelok ke kanan. Begitu juga sebaliknya untuk defleksi ke kiri. Rudder adalah control surface untuk mengontrol gerakan yaw, tetapi memiliki efek samping gerakan roll. Kontrol rudder biasanya terhubung dengan sistem pembelok landing gear, sehingga biasa digunakan untuk kontrol saat di darat.
4.       Kombinasi control surface

Pada pesawat-pesawat yang tidak konvensional seperti V-tail, flying wing, canard, dan lain-lain sering kali digunakan control surface yang memiliki fungsi gabungan. Misalkan gabungan antara rudder dan elevator disebut ruddervator biasa digunakan untuk V-tail. kemudian aileron yang dikombinasikan dengan elevator disebut elevon sering digunakan pada flying wing. Gabungan flap dengan aileron disebut dengan flaperon. Adapun horizontal stabilizer yang dapat bergerak sebagai elevator disebut dengan stabilizer .


Control surface sekunder :

1.      Flap

Flapberfungsi untuk meningkatkan gaya angkat pada sayap disertai dengan meingkatnya drag, sehingga pesawat dapat bergerak pada kecepatan yang rendah serta dapat digunakan juga sebagai rem saat diudara. Flap terletak pada trailing edge sayap di pangkal sayap dekat fuselageFlap biasa digunakan pada saat landing.

2.      Slat

Slatadalah control surface yang terletak pada leading edge (bagian depan) sayap, slat berfungsi menambah gaya angkat dengan cara menambah chamber sayap. Berbeda dengan flapslat dapat memberikan aliran yang baik pada saat sayap di angle of attack yang tinggi, sehingga tidak stall dan membuatnya mudah dikontrol pada kondisi tersebut.
3.      Spoiler dan speed brakes

Spoilerketika diaktifkan adalah penghalang udara diatas sayap yang mengakibatkan turunya gaya angkat sayap pada salah satu sisi, sehingga berfungsi membantu fungsi aileron memberikan gerakan roll.Spoiler biasa terdapat pada pesawat yang berat atau pesawat berperforma tinggi. Ketika spoiler pada sayap kanan dan kiri diaktifkan bersamaan, maka dapat difungsikan sebagai speed brakes.
4.       Tabs

Pada saat terbang dengan kecepatan tinggi, control surface terkadang menjadi berat untuk dikontrol, namun pada kondisi tertentu justru menjadi terlalu sensitif. Tab berfungsi untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut. Adapun jenis-jenis tab antara lain :
–          Trim tab : dapat membuat pesawat stabil tanpa harus dikontrol terus menerus oleh pilot atau berada pada kondisi trim.
–          Balance tab : Membantu pilot untuk meringankan beban kendali dari control surface.
–          Servo tab : Berfungsi seperti balance tab. Namun servo tab juga berfungsi untuk mem-backupfungsi control surfacesecara aerodinamis.
–          Anti-servo/anti-balace tab : Berfungsi kebalikan dari balance dan servo tab, yaitu mengurangi sensitivitas control surface sehingga memudahkan pilot pada kondisi tertentu.
–          Spring tab : Berfungsi seperti balance tab tetapi hanya aktif pada kondisi tertentu yaitu kecepatan tinggi atau kondisi kendali yang sangat berat.


Tuesday, 2 October 2018

FASE PENERBANGAN PESAWAT TERBANG



Dalam dunia penerbangan pesawat terbang, dikenal beberapa fase dasar dalam suatu penerbangan khususnya pesawat fixed wing yaitu take-off, climb, cruise, descend kemudian landing.
1. Taxi
Pada saat di bandara, pesawat melakukan 
taxi (bergerak di darat) dengan mengikuti garis kuning dari apron (tempat parkir pesawat) dan memasuki runway (landas pacu) dan mengambil posisi untuk take-off. Kecepatan taxi itu sendiri dibatasi untuk menghindari tergulingnya pesawat saat berbelok dan menabrak dengan pesawat lain.1. Taxi
 2. Take-off
     Setelah pesawat melakukan taxi dan sampai di runway pada posisi siap take-off, mesin pesawat diposisikan pada daya yang tinggi dan mendorong/menarik pesawat bergerak maju hingga kecepatan tinggi tertentu untuk transisi dari darat ke udara. transisi dari darat ke udara tersebut disebut dengan take-off atau lepas landas. Kecepatan take-off dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti berat pesawat, desain sayap, kondisi udara, penggunaan flap dan slat. Pada umumnya, semakin berat pesawat, kecepatan dan jarak take-off yang dibutuhkan semakin besar. Adapun head wind atau angin dari arah depan pesawat dapat mengurangi kecepatan yang dibutuhkan untuk take-off, sehingga take-offdisarankan untuk melawan arah angin atau head wind. Sedangkan side-wind atau angin dari arah samping pesawat disarankan untuk dihindari karena mengganggu stabilitas pesawat.
3. Climb
     Fase selanjutnya adalah climb, yaitu pesawat menuju pada ketinggian tertentu untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimal/cruise. Untuk naik pada ketinggian tersebut, pesawat terbang meningkatkan lift/gaya angkat dengan cara meningkatkan angle of attack/sudut serang dan meningkatkan daya pada mesin untuk mendapatkan gaya dorong yang berakibat pada naiknya kecepatan hingga gaya angkat melebihi berat pesawat.
4. Cruise
     Cruise adalah keadaan terbang dimana pesawat menggunakan bahan bakar paling ekonomis dan kondisi desain yang optimal secara teknis. Fase ini memiliki durasi yang paling lama selama perjalanan di udara maupun melakukan misi hingga sampai di tujuan. Saat cruise, pesawat bergerak dalam kondisi kecepatan dan ketinggian yang relatif konstan, hanya saja berubah arah haluan/heading yang mana gaya angkat sayap akan sama dengan berat pesawat.
5. Descent
     Setelah pesawat mendekati runway untuk mendarat, pesawat melakukan descent, yaitu pesawat melakukan pergerakan turun dengan kecepatan konstan dengan mengatur daya mesin maupun pitch. Adapun sudut descent secara umum adalah tiga derajat menuju bandara. Kondisi descent menuju bandara ini disebut dengan istilah approaching. Akhir dari approaching itu sendiri adalah pengambilan posisi untuk landing.
6. Landing
     Landing adalah fase terakhir pada penerbangan. Setelah posisi landing diperoleh, pesawat berusaha menurunkan kecepatan serendah mungkin supaya dapat menyentuh runway sehalus mungkin. Penurunan kecepatan tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan flap maupun speed brakes pada pesawat yang besar. Penurunan kecepatan tersebut dapat juga dibantu dengan memanfaatkan kondisi head-wind seperti pada take-off. Kondisi pesawat saat menyentuh darat disebut juga dengan touch down.Adapun setelah landing, pesawat kembali melakukan taxi untuk menempatkan diri di apron.

Aero Engineering

√ 40 ISTILAH PENERBANGAN, Yang Perlu Anda Tau Sebelum Naik Pesawat !

✅ Berbagai Istilah dalam penerbangan pasti sering kita temui saat kita melakukan perjalanan naik pesawat. Dari berbagai istilah penerbangan tersebut memang tidak semua orang memahami arti & maksudnya. Untuk itu kita sudah menyusun daftar lengkap istilah-istilah penerbangan untuk membantu anda memahaminya.

Arti Istilah dalam PENERBANGAN


Berikut Daftar Lengkap Istilah dalam Penerbangan :

(daftar istilah diurutkan berdasarkan abjad untuk memudahkan anda mencari istilah)

Adult : Seseorang / penumpang yang telah berusia di atas 12 tahun.

Airport : Bandar udara / bandara.

Apron : Tempat parkir pesawat.

Arrival : Bagian kedatangan.

Aviation : Institusi atau suatu lembaga penerbangan.

Baggage / Bagasi : Barang barang bawaan.

Boarding : Naik ke pesawat.

Boarding Pass : Kartu yang diberikan kepada penumpang sebelum naik pesawat. Penumpang yang telah memegang boarding pass, menandakan proses check-in telah selesai dilakukan, dan siap untuk naik pesawat sesuai dengan kelas, kompartemen, dan nomor tempat duduk.

Booking : Proses pemesanan dan pembelian tiket.

Cabin Attendant : Tim Kabin atau lebih dikenal dengan Pramugari atau Pramugara.

Cabin Crew : Pramugari atau Pramugara.

Check In : Pendaftaran calon penumpang yang sudah mempunyai tiket, sebelum keberangkatan.

Child : Anak dengan ketentuan usia 2 – 12 tahun.

Dangerous Goods :  Barang-barang yang termasuk dalam daftar membahayakan keselamatan penerbangan.

Delay : Keterlambatan keberangkatan atau kedatangan.

Departure : Kota asal Keberangkatan.

Descending: Pesawat sedang terbang turun.

Destination : Tujuan akhir suatu penerbangan.

Direct Flight : Penerbangan antara dua kota yang akan dikunjungi tanpa harus melakukan suatu pemberhentian (transit).

Divert : Mendarat di bandara yang bukan tujuan – dialihkan ke bandara lain.

E-ticket : Tiket pesawat elektronik, dikirim dari internet booking engine ke email sebagai bukti pembelian.

Fare : Jumlah biaya yang dibebankan kepada penumpang beserta barang bawaannya yang diterbitkan secara umum kepada publik berdasrkan jenis kelas.

Flight Number : Nomor penerbangan.

Gate : Pintu masuk menuju pesawat.

Go-Show : Penumpang yang belum memesan tiket sebelumnya dan bermaksud untuk pergi menggunakan pesawat dengan datang langsung ke bandara.

Infant : Bayi/penumpang berusia 0 – 24 bulan.

Issued : Proses meng-OK kan tiket / menkonfirmasi setelah pembayaran masuk untuk tiket yang telah di booking.

Landing : Pesawat mendarat.

Mayday : Istilah ini biasanya digunakan para pilot dan awak kabin untuk menggambarkan situasi darurat yang tengah mereka alami.

No-Show : Penumpang yang telah melakukan booking, namun tidak menggunakan hak-nya atau tidak muncul saat jadwal penerbangan miliknya.

Pax (Passenger) : Penumpang pesawat udara.

RON (Remain Over Night) : Pesawat tinggal untuk bermalam.

Refund : Proses pembatalan tiket untuk dapat pengembalian dana.

Rescedule : Perubahan jadwal penerbangan untuk tiket pesawat yang udah di beli.

Reservasi : Pemesanan tiket baik melalui online maupun offline.

Route / Rute : Jalur penerbangan didalam ruang udara.

Runway : Landasan untuk pesawat mengambil ancang-ancang dalam take off atau juga sebagai tempat landing.

Take off : Meninggalkan landasan untuk terbang.

Ticketing Time Limit : Batas waktu konfirmasi pemesanan tiket oleh penumpang.

Transit : Pemberhentian antara kota keberangkatan dan tujuan. Bisa satu kota atau lebih.


Itulah berbagai istilah yang digunakan dalam penerbangan. Jika anda ada pertanyaan, atau mau menambahkan istilah dalam penerbangan ini, silahkan langsung tulis komentar di bawah ya!


TOTAL PAGEVIEWS

Follow Us

Blog Archive

About Me

ilmu komputer zakaria
View my complete profile

blog

https://ilmukomputerzakaria.blogspot.com https://perhitunganakuntansitkjzakaria.blogspot.com https://debianzakariamustin.blogspot.com

Translate

Muhammad Zakaria Mustin. Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *